Hiburan

10 Hal Yang Hanya Bisa Dirasakan Oleh Pegawai IT Di Indonesia

10 Hal Yang Hanya Bisa Dirasakan Oleh Pegawai IT Di Indonesia (Gambar diambil dari shopparmax.com)

Kamu kerja sebagai IT?

Pasti deh ngerasain 10 Hal yang hanya bisa dirasakan oleh Pegawai IT Di Indonesia yang ada di artikel ini.

Berani jamin deh pokoknya.

1. Dipertanyakan Kerjanya

Ini nih… yang pertama paling terasa, Bagaimana tidak ketika semuanya gak ada yang error jadi tidak ada kerjaan. Tapi disaat ada yang error dianggap tidak bisa kerja.

Logika macam apa ini….

Contohnya gini, Misal kita sebagai pembuat website atau lebih kerennya web developer. Terus website tersebut tidak terjadi error, Akhirnya kita gak ada kerjaan kan? Tapi pasti ada yang menganggap kita gak kerja dan terima gaji buta.

Terus, Kalau ada error atau kerusakan masih juga disalahkan dari tidak becus bekerja.

Mana keadilan di dunia ini coba….

2. Dianggap Bisa Segalanya

Ini juga gak kalah gregetnya, Saya rasa hampir semua orang beranggapan bahwa anak IT itu bisa segalanya.

Bisa Coding ini itu, Bisa service komputer, Bisa desain, dan ini, dan itu, dan ini lagi…

Padahal nih, sini saya jelasin ya…

Kuliah di dunia per-IT-an itu macem macem sama kayak jurusan sastra indonesia sama bahasa indonesia. Mirip tapi tak sama….

3. Harus Siap 24 Jam

Kalau kamu kerja di kantor yang pelayanannya 24 jam, Pasti deh kerasa hal seperti ini…

Entah itu jaringan internet yang trouble, Komputer yang trouble, dan sebagainya.

4. Tanpa Internet, Kami Hanyalah Butiran Debu

Ceilehhh…. butiran debu.

Sebenarnya ini bisa jadi bisa juga tidak, Ini semua terjadi karena Pegawai IT Di Indonesia dituntut untuk bisa segalanya.

Desain bisa, Service bisa, dan sebagainya…

Bayangkan saja bagaimana kalau kamu lulusan arsitek tapi disuruh service mesin traktor.

5. Siapin Kopi Yang Banyak

Maksudnya begini…

Kalau kamu sudah baca beberapa poin diatas, Pasti pegawai IT sering disibukkan dengan pekerjaan yang tidak di bidangnya.

Bahkan berbeda dari job description yang dijelaskan, Akhirnya kita tidak ada waktu untuk ngerjain tugas pokok di kantor.

Mau tidak mau, Jika pengen kerjaannya selesai maka harus ngerjain dirumah sampai lembur-lembur. Jadi sediain kopi yang banyak, hehehe

6. Tanggung Jawab Dari Kesalahan Orang Lain

Karena kita juga sebagai tukang service, Jadinya sering dong perbaiki komputer, printer, dan yang berhubungan dengan teknologi lainnya.

Misal Pegawai A bikin error komputer ini, Maka kita juga harus bisa benerin itu komputer secepat mungkin.

Padahal sudah dijelasin ini itu, Yang ini gak boleh dan yang itu juga gak boleh.

Ya namanya manusia sih…

7. Banyak Yang Cari

Diantara kekurangan sebagai pegawai IT, Untungnya masih ada kelebihannya juga.

Salah satunya yaitu banyak yang cari, Karena memang semakin berkembangnya jaman teknologi juga semakin dibutuhkan.

8. Susah Untuk Resign

Kalau yang ini bisa iya bisa juga tidak, Tergantung Kamu mau jadi orang qanaah atau mau yang lebih maju lagi.

Susah untuk resign ini hanya berlaku bagi developer, Baik itu developer website, Aplikasi dekstop atau mobile.

Karena jika kita resign, Kasihan pegawai baru yang harus menggantikan kita.

Sebab coding itu sangat sulit di pahami jika kita tidak ikut bekerja dari awal.

9. Mata Pedes

Gak perlu dijelasin detail lah ya, pasti kalian udah pada tahu.

Sedikit tips aja nih buat kalian yang sering didepan layar monitor :

  • Redupin cahaya monitor sampai jadi paling gelap
  • Jika kurang gelap, Pakai aplikasi dimmer untuk meredupkan monitor lagi

10. Kurang Piknik

Yang terakhir nih, Pengalaman yang hanya bisa dirasakan oleh Pegawai IT Di Indonesia Yaitu kurang piknik.

Kalau ini sih sebenarnya pilihan…

Mau piknik atau jauh dari dunia internet. Karena IT yang sebenernya itu pikniknya di internet huehehe.

Gimana? kalian para pegawai IT masih ada pengalama lainnya yang belum dicantumkan?

Coba sampaikan dari kolom komentar.

REAKSI KAMU?
Bagikan Votingmu!!
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Artikel Terkait :

Click to comment

Facebook Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top