Jangan Ikuti #Skipchallenge, Permainan Ini Berbahaya Dan Bisa Kamu Tinggal Nama.


#SkipChallenge hastag ini tengah ramai di media sosial Indonesia saat ini. Sebenarnya skip challenge ini sudah lama ada sejak tahun 1990-an. Belum diketahui siapa yang memainkan permainan ini untuk pertama kalinya, namun yang jelas permainan ini cukup berbahaya. Bahkan pada tahun 2012 dan 2010 seorang remaja di California tewas gara – gara memainkan permainan ini. Rasa sakit yang dirasakan dapat membuat orang menjadi ketagihan untuk melakukannya lagi. Tapi pembaca sebaiknya tidak mencoba permainan ini dimanapun karena dapat berakibat tinggal nama.

#skipChallenge ini dapat dimainkan dengan beberapa cara. Cara pertama dapat dimainkan dengan 2 orang atau lebih dengan menahan nafas selama kurang lebih 20 detik kemudian dada pemain ditekan sekeras-kerasnya. Cara kedua adalah dengan mencekik menggunakan tali atau ikat pinggang. Cara ketiga bisa dilakukan seorang diri dengan menahan nafas sepanjang 30 detik dan melompat secara tiba-tiba dengan tetap menahan nafas. Jelas pemain akan mengalami asupan oksigen, bukan hanya asupan oksigen kedalam paru – paru namun juga kekurangan asupan oksigen ke otak. Pemain akan mengalami tidak sadarkan diri selama beberapa detik kemudian sadar kembali. Iya kalo sadar kembali, kalo kemudian tidak sadarkan diri kan jadi berabe…

Pemain tidak hanya mengalami pingsan namun juga bisa kejang – kejang. Jika orang dewasa menemukan ada orang kejang – kejang dan pingsan itu bukanlah hal lucu dan mereka akan memberikan pertolongan pertama agar nyawanya terselamatkan. Namun berbeda dengan remaja saat ini. Jika pemain mengalami kejang ataupun pingsan mereka akan tertawa terbahak – bahak. Padahal itu bukanlah hal yang lucu sama sekali.

Menurut Salah seorang Dokter bernama Yoga Yuniadi ahli dan spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS. Harapan Kita, melalui halaman kompas mengungkapkan bagaimana bahayanya melakukan aksi ini. Dimana dengan adanya penekanan pada dada maka akan berujung menurunnya kadar oksigen yang ada didalam darah (hipoksia) sehingga dengan adanya penekanan yang keras dalam waktu lama akan  membuat kadar oksigen darah menurun.

Apabila saat seseorang alami hipoksia,maka dampak pertama adalah pada bagian otak yang akan kekurangan oksigen sehingga akan langsung menjadikan turunya kesadaran sampai kejang dan pingsan. Paling parah adalah akan menimbulkan rusaknya otak sampai kematian mendadak. Hipoksia otak jika terjadi selama 4 menit saja, maka hal ini akan membuat adanya kerusakan otak yang bersifat permanen dan bisa mematikan,” ungkap Yoga.

Permainan ini sudah tidak diperbolehkan dibanyak Negara barat. Namun, meskipun permainan ini berdampak sangat buruk namun tetap saja masih ada yang melakukannya sebagai tantangan dan agar tenar. Untuk menjadi tenar sebaiknya tidak perlu menjadi orang lain. Cukup menjadi diri sendiri saja dan menginspirasi orang lain.


Mungkin Kamu Juga Suka :


What's Your Reaction?

Cute Cute
0
Cute
Cuek Cuek
0
Cuek
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Angry Angry
0
Angry
Like Like
0
Like
Dislike Dislike
0
Dislike

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

log in

Become a part of our community!
Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Captcha!
Back to
log in
Open
Close
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Open List
Open List
Ranked List
Ranked List
Meme
Upload your own images to make custom memes
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format

Send this to a friend