Lifestyle

Jenis-Jenis Batuk dan Cara Mengobati Batuk Pada Anak kecil

Cara Mengobati Batuk Pada Anak kecil

Kenali Jenis Batuk Pada Anak, Karena Dapat Terbawa Hingga Akhir Usia!

Cara Mengobati Batuk Pada Anak Kecil maupun dewasa adalah berbeda-beda, tergantung dari jenis batuk yang di derita.

Pemberian obat dan perawatan yang benar akan mempercepat proses pnyembuhan batuk si buah hati Bunda.

Batuk merupakan mekanisme reflek tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang masuk melalui mulut, dapat berupa lendir atau benda dari luar mulut.

Reflek batuk adalah suatu hal yang normal.

Batuk menjadi tidak normal dan dapat menjadi penyakit jika sang anak batuk secara terus menerus.

[box type=”warning” align=”aligncenter” class=”” width=”100%”] Sebelum melanjutkan, diharapkan Anda membaca artikel kesehatan hingga selesai karena info yang didapat secara setengah-setengah hanya akan membuat Anda salah paham dan tidak mengerti permasalahan serta penanggulangan yang tepat terhadap suatu penyakit.
[/box]

Dalam medis, berdasarkan lama berlangsungnya, batuk dapat dibagi menjadi 2, yaitu sebagai berikut :

1. Batuk akut/ISPA
(Infeksi Saluran Pernapasan Akut), yaitu jika batuk berlangsung kurang dari 14 hari. ISPA dibagi menjadi 2, yaitu :

  • ISPA atas : pilek, influenza, radang tenggorokan, dan sinusistis.
  • ISPA bawah : bronkitis akut dan pneumonia.
    Bronkitis akut : adalah infeksi pada bronkus. Bronkitis disebabkan oleh virus.Batuk tersebut disertai lendir yang awalnya sedikit tetapi lama kelamaan bertambah banyak dan kemudian menghilang dalam 2 minggu.Badan hangat/tidak terlalu panas, tidak ada demam, sakit di tengah dada depan, tidak nafsu makan, dan badan terasa tidak nyaman.Pertolongan pertama yang dapat dilakukan yaitu memberikan banyak minum, memberikan uap hangat, dan mengistirahatkan anak, memberikan parasetamol jika badan anak hangat dan tidak enak badan, serta memberikan obat batuk.Bronkitis dapat kambuh lebih dari sekali dalam setahun, oleh karena itu, segera periksakan anak ke dokter jika ada gejala-gejala di atas, agar segera mendapatkan pengobatan yang tepat dan tidak sering kambuh.

2. Batuk Kronis

jika lebih dari 14 hari, yaitu pertusis/batuk rejan.

Batuk rejan termasuk batuk kronis. Dikenal dengan batuk seratus hari.

Penyebabnya adalah kuman bordetella pertusis.

Mungkin Artikel Berikut Bermanfaat Bagi Bunda:
1. 4 Cara Menangani Amandel Pada Anak
2. Macam-macam ruam kulit pada si kecil dan cara menanganinya
3. Asma Tidak dapat disumbahkan!! Cegah Terkena Asma dengan cara berikut
4. Mencegah Anak Terkena Alergi.

Gejala batuk terus menerus sehingga anak tidak sempat menarik napas.

Pada pemeriksaan laboratorium darah, angka leukosit/sel darah putih meningkat.

Batuk rejan atau pertusis ada 3 stadium, yaitu sebagai berikut :

  1. Stadium Kataralis
    Stadium ini berlangsung selama 1-2 minggu dengan gejala mata merah, banyak mengeluarkan air mata, batuk ringan, dan suhu badan naik.Pada stadium ini belum terlihat gejala khas pertusis.
  2. Stadium Paroksismal
    Stadium ini berlangsung selama 2-4 minggu bahkan lebih.
    Pada stadium ini, batuk terjadi lebih sering dan lebih panjang.Biasanya, anak menarik napas dalam terlebih dahulu, lalu disusul dengan batuk yang lama tanpa bernapas sehingga muka menjadi merah atau biru.Setelah batuk berhenti, kadang disusul muntah.
    Kadang juga timbul perdarahan pada bola mata.
  3. Stadium konvalesen (penyembuhan)
    Stadium ini berlangsung selama 1-2 minggu. Batuk mulai berkurang bahkan hilang.
    Komplikasi dapat berupa radang paru dan radang telinga tengah.Jika terjadi pada bayi yang belum bisa mengatur napas, dapat menyebabkan kematian.
    Periksakan segera anak ke rumah sakit jika ada gejala pertusis.Kurangi aktifitas anak jika anak berkeringat, segera ganti pakaiannya.
    Usahakan anak tidak banyak menangis dan tertawa, Kedinginan dan kelelahan juga dapat menyebabkan batuk.Bawalah anak segera ke rumah sakit untuk mendapatkan antibiotik yang tepat.
    Jika batuk mengganggu dan ancaman henti napas, perlu rawat inap dan pemberian oksigen.
    Pertusin dapat dicegah dengan vaksin DPT.
[Tweet “Gejala batuk akut salah satunya ditandai dengan keluarnya percikan darah dari mulut”] [divider style=”double” top=”5″ bottom=”5″] Sekian artikel Kesehatan mengenai Jenis-Jenis Batuk dan Cara Mengobati Batuk Pada Anak kecil kali ini, Semoga bisa memberi inspirasi kepada Anda, Terima Kasih.
Silahkan Share Jika Menurut Anda Bermanfaat Untuk Anda dan Orang Lain.

REAKSI KAMU?
Bagikan Votingmu!!
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Artikel Terkait :

Click to comment

Facebook Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top