10 Cara Berdagang Rasulullah


10 cara berdagang rasulullah

10 Cara Berdagang Rasulullah, Bagi kaum muslimin Nabi Muhammad SAW adalah tuntunan sekaligus tauladan yang bermanfaat. Tidak hanya sebagai Nabi utusan Allah untuk menyebarkan agama Islam, Beliau juga dikenal sebagai pedagang yang terkenal dan sukses. Beberapa kaidah cara berdagang Rasulullah seperti berikut :

1. Menjadikan Berdagang Sebagai Ibadah

Cara Berdagang Rasulullah yang pertama adalah menjadikan berdagang sebagai ibadah, Ibadah dalam agama islam tidak hanya sebatas ritual yang berhubungan dengan keagamaan, seperti shalat, puasa, zakat, ataupun haji. Semua hal baik yang kita lakukan untuk mengharapkan ridha Allah juga merupakan Ibadah. Berlaku juga untuk Berdagang, apabila kita niatkan demi mengharapkan ridha Allah untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Menjadikan berdagang sebagai ibadah dapat dilakukan apabila memenuhi syarat sebagai berikut :

  • Ikhlas dalam berdagang hanya karena Allah, sehingga kita dapat senantiasa melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Serta bersyukur atas segala nikmat yang diberikan kepada kita.
  • Sesuai Syariat Rasulullah. Artinya segala risalah yang diajarkan beliau dalam perdagangan selalu kita jadikan acuan untuk beraktifitas.
  • Bersungguh-sungguh, bekerja keras membuktikan bahwa apa yang kita kerjakan tidak hanya sebatas janji yang kita sampaikan.

Insya Allah, dengan menjadikan pekerjaan setiap hamba sebagai Ibadah akan senantiasa memberikan dampak positif bagi rohani dan kualitas pekerjaan. Diharapkan mampu menjadikan hati ikhlas sehingga tidak ada penyesalan dalam melakukan suatu pekerjaan.

2. Memenuhi Rukun Jual Beli

Tentunya dengan mengikuti syariat agama, jual beli dapat bernilai ibadah. Beberapa syariat dalam jual beli adalah sebagai berikut :

  • Penjual harus sehat akal dan memiliki barang yang akan dijual, atau mendapatkan ijin untuk menjualnya.
  • Pembeli harus sehat akal atau apat melakukan jual beli dengan kemauan sendiri atau diijinkan untuk melakukan jual beli apabila pembeli tersebut adalah anak kecil.
  • Barang yang dijual harus merupakan barang Halal, dan barang yang bermanfaat.
  • Bahasa akad, yaitu adanya ijab (penyerahan) dan qabul (penerimaan) denga perkataan.
  • Kerelaan kedua pihak bagi penjual dan pembeli dalam bertransaksi.
BACA  Waspada Jika Anak Susah Buang Air Kecil!! Mungkin Menderita Penyakit Berbahaya Ini.

Rukun jual beli adalah wajib di ikuti bagi kaum muslimin, apabila tidak dapat terpenuhi maka jual beli tersebut menjadi rusak dan tidak boleh dilakukan.

3. Hanya dengan kesepakatan bersama

Prinsip perdagangan adalah harus adanya kesepakatan antar pihak pembeli dan penjual. Tidak ada keharusan untuk menggunakan kata-kata khusus, karena ketentuan hukumnya ada pada ada pada akad dengan tujuan dan makna, bukan dengan kata-kata dan bentuk kata itu sendiri. Jual beli bisa dilakukan dengan saling memberikan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku.

4. Jujur dalam timbangan dan takaran

Cara Berdagang Rasulullah yang ke empat adalah Jujur dalam timbangan dan takaran, Suatu kebiasaan yang terjadi pada masyarakat jahiliyah dan masih berlaku hingga jaman sekarang, yaitu mengurangi takaran/timbangan. Sama halnya dengan mencuri, perbuatan tersebut juga dapat menimbulkan dosa serta tidak sahnya jual beli. Allah memerintahkan estiap para pedagan untuk menyempurnakan timbangan.

LIKE JIKA MENURUTMU BERMANFAAT :
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya :
REAKSI KAMU?
Bagikan Votingmu!!
2
52
2
2
2
1
2
3
1
2
Choose A Format
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format

Send this to a friend